TENGGARONG –Pemkab Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memilih Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tempat studi tiru terkait Pelayanan Percepatan Universal Health Coverage dan Optimalisasi Program Kesehhatan Nasional, bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Tenggarong, Jumat (5/10/2018) tadi. Rombongan Pemkab Seruyan yang berjumlah 23 orang tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Seruyan Hj Iswanti didamping Sekda Seruyan Haryono. 

“Selamat datang rombongan Pemkab Seruyan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Terima kasih telah memilih Kukar sebagai tempat study tiru terkait integrasi program CSR (Corporate Social Responsibility) ke Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),” sambut Pj Sekda Kukar Sukhrawardy. Dalam pertemuan itu, Sukhrawardy juga membacakan sambutan tertulis Plt Bupati Kukar Edi Damansyah. Terlebih dahulu memperkenalkan sekilas profil Kukar. Dimulai dari gambaran makro sosial ekonomi daerah. Kukar saat ini memiliki jumlah penduduk 670.458 jiwa dengan luas wilayah sebesar 27.263,10 kilo meter persegi dan luas perairan sebesar 4.097 kilo meter persegi. Secara administratif terbagi menjadi 18 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan.  

“Indeks Pembangunan Manusia berada di angka 71,20 dan berada diperingkat kelima dari 10 Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur. Laju pertumbuhan ekonomi dengan migas pada tahun 2017 sebesar 1,12%, Tanpa Migas 4.17%, sedangkan Tanpa Migas dan Batu Bara, 4.76%,” katanya. Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa Kukar memiliki karakteristik perekonomian daerah didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian, khususnya komoditi migas dan batu bara. Tantangan pembangunan pun cukup berat mengingat sekitar 65,72% struktur ekonomi didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian yang tak terbarukan, terlebih terhadap pergerakan pasar global khususnya fluktuasi harga komoditas migas dan batu bara yang berimplikasi pada kinerja perekonomian dan pendapatan daerah.  

“Namun disadari bersama, dalam perwujudannya diperlukan pembiayaan yang sangat besar, khususnya efektifitas program dalam menjangkau seluruh masyarakat, sehingga melalui Filosofi Gerbang Raja II khususnya Misi ke-3, yakni Meningkatkan Pembiayaan Pembangunan Daerah, telah disusun serangkaian Strategy dan Arah kebijakan diantaranya adalah melakukan sinergitas Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dengan Program Pemerintah Daerah,” ujarnya.  

“Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Bupati No.12/2018 tentang perencanaan pembangunan daerah melalui pembiayaan tanggung jawab sosial perusahaan, salah satunya membantu dalam pembiayaan program Jaminan Kesehatan bagi warga kurang mampu melalui Integrasi BPJS Kesehatan,” jelasnya. Sementara itu Wakil Bupati Seruyan Iswanti mengapresiasi atas sambutan dari Pemkab Kukar. “Ini yang kedua kalinya saya ke Kukar, dan mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang penuh keramahan dan keakrabannya,” ucap Iswanti.  

Menurut Iswanti, kunjungan ke Kukar tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus study tiru dalam rangka percepatan pelayanan universal health coverage dan optimalisasi program jaminan kesehatan nasional. “Kami memutuskan memilih Kukar, karna disini banyak perusahaan yang telah membangun komitmen, membantu program pemkab Kukar terkait optimalisasi program BPJS kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Semoga apa yang kami pelajari ini, bisa ditiru untuk diterapkan di kabupaten Seruyan,” Demikian kata Iswanti diakhiri dengan tanya jawab dan bertukar cendera mata. (Medsi01)